Bronkitis pada anakku

August 12, 2010 at 3:58 pm Leave a comment

Gak menyangka sama sekali kalau anakku akan terkena penyakit ini, pertama mendengarnya dari dokter kalau anakku terkena bronkitis rasanya badan langsung lemas. Duh.. sedihnya berarti selama ini saya kurang maksimal menjaga anak. Sebenernya siy ga peduli sama omongan orang yg kadang mencibir (maklum saya kan IRT yg full ngurus anak, suami, rumah tangga). Untungnya telinga saya ibarat terbuat dari pinggan tahan panas, jadi ga peduli segala cibiran orang he he… Saya punya prinsip “jelek-jelek tapi handmate (artinya;  ngurus sendiri)”.

Mula2nya Alan (anakku) batuk biasa mungkin radang tenggorokan, karena ditandai badannya panas selama kurang lebih 2 hari. Kemudian batuknya semakin menjadi, 3 hari pertama saya terapi sendiri dengan cara; banyak minum air putih, banyak asi, makan yg lembut2 (soalnya makannya lumayan susah), sama saya kasih obat batuk dari dokter yg dulu.

Tapi setelah satu minggu kok gak kunjung reda, lalu kami bawa ke dokter. Vonis dokter Alan terkena brokitis, pemicunya dari batuk. Karena Alan beraktivitas dan adanya gaya gravitasi, jadi kuman yang ada ditenggorokan(sal pernafasan) turun ke bawah di paru2 tepatnya dan berkembang biaklah para kuman di sana, yg kemudian disebut bronkitis.

Menurut dokter, Alan mutlak harus di beri antibiotik (sebenernya saya kurang setuju) tapi mau gimana lagi. Liat kondisi Alan sudah kasian, jadi akhirnya nurut deh apa saran dokter.

Lalu saya sering gugling mencari sebanyak2nya sumber mengenai bronkitis, sebenernya penangannya tidak perlu antibiotik. Hanya perlu istirahat yang banyak, makan makanan yg begizi terutama sayur dan buah untuk detok, bayak minum air putih untuk meredakan batuknya. Insya Alloh.. cepat sembuh. Karena waktu kami bawa ke dokter minimnya pengetahuan saya, jadi mau ga mau ya harus pake antibiotik. Dokter nya menyarankan 5 hari lagi kontrol lagi.

Setelah 5 hari saya bawa lagi ke dokter, setelah diperiksa kata dokternya sudah bersih, dokternya agak heran juga kok sudah bersih bronkitisnya. Padahal antibiotiknya kami beri 1/2 dari dosis untuk satu hari (jangan ditiru ya) ini kami lakukan karena sewaktu diminumkan (dalam bentuk puyer) setelah itu maaf.. muntah semua. Jadi sia2 antibiotik yg sudah masuk. jadi kami bagi menjadi setengahnya. Dokternya kaget dengan cara itu, karena gak maksimal cara kerjanya. Tapi kok sudah bersih brokitisnya??? gitu kata dokternya..

Alhamdulillah sekarang Alan sudah mulai membaik, selera makannya juga sudah membaik. Jadi yang saya lakukan sekarang adalah banyak2 berdoa semoga Alan ga sampai sakit lagi dan mudah2a jangan sampai ketemu lagi sama antibiotik….

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Boleh kok menyusui sampai lebih dari 2 tahun Demam Pada Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

August 2010
M T W T F S S
« May   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

%d bloggers like this: