Bayi Tak Butuh “Kehangatan” Berlebihan

May 10, 2010 at 10:44 am Leave a comment

Niat mulia tak selamanya berbuah positif. Memberi kehangatan berlebihan
pada bayi, misalnya, bisa jadi bumerang. Selama ini orangtua begitu takut
bayinya kedinginan, sehingga merasa perlu mempersenjatai putra-putri tersayang
dengan baju hangat, selimut, topi, sarung tangan, sampai kaus kaki
tebal. Bahkan ada orangtua yang sampai menutup rapat-rapat pintu, jendela,
lubang angin, melarang pemakaian kipas angin, mematikan AC hanya agar bayinya
selamat dari bahaya “masuk angin”.

Tak ketinggalan, kebiasaan membaluri minyak telon atau minyak kayu putih
di tubuh bayi. Padahal di samping bikin kepanasan, minyak-minyak itu juga
bisa mengubah kulit bayi menjadi kehitaman dan hangus. Pendek kata, banyak
orangtua tak sadar, kepungan “sarana dan prasarana penghangat” justru menjadi penyebab bayi menangis lantaran kegerahan.

Gerah membuat bayi banyak mengeluarkan keringat, sehingga kehilangan banyak air dengan garam-garamnya. Alhasil, dia jadi gampang haus, badan lemah sehingga mudah terkena batuk-pilek. Jadi, banyak orangtua (mungkin termasuk Anda) selama ini memperlakukan bayinya secara salah alias salah kaprah? Begitulah kira-kira.

Mengapa? Karena bayi punya jaringan asam cokelat!
Begini penjelasannya
Setiap manusia butuh energi untuk melakukan beragam aktivitas. Energi
itu datang dari hasil pembakaran gula, lemak, maupun protein. Kelebihan gula
dalam darah, misalnya, diubah oleh hormon insulin menjadi glikogen, sehingga
kadar gula darah tetap dalam batas-batas normal. Glikogen ini menjadi cadangan energi yang terutama disimpan di dalam otot, jantung, dan hati.

Cadangan energi glikogen hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh
selama 24 jam. Hal ini berbeda dengan cadangan energi dari lemak yang dapat
memenuhi kebutuhan energi tubuh selama beberapa pekan. Karena tidak larut
dalam air, pembakaran lemak jadi lebih stabil dan lebih dapat diandalkan ketimbang pembakaran gula yang larut dalam air. Itu sebabnya, jika ada beban pekerjaan nan berat, jantung dan otot lebih banyak memakai energi dari lemak. Selanjutnya, kelebihan lemak dalam darah akan disimpan di jaringan lemak. Jaringan lemak sendiri ada dua macam. Pertama, jaringan lemak putih yang menyimpan lemak dalam selnya, dan tersebar di seluruh tubuh, terutama ronggan perut dan jaringan di bawah kulit. Kedua, jaringan lemak cokelat, terutama terdapat pada bayi yang lahir cukup bulannya dan terbatas ada di jaringan bawah kulit leher dan punggung.

Jaringan lemak cokelat ini makin berkurang dan menyusut pada anak yang lebih
besar dan hanya tertinggal sedikit pada orang dewasa. Dia bisa membuang kelebihan energi, misalnya akibat makan berlebihan, dengan membakarnya menjadi panas. Keistimewaan lain, selnya dapat menyimpan sampai 40% lemak bayi. Kenaikan suhu tubuh oleh jaringan ini bisa mencapai tiga kali lipat ketimbang kenaikan suhu yang disebabkan aktivitas olahraga.

Jelas sudah, dengan bekal jaringan lemak cokelatnya, bayi tidak mudah kedinginan. Sebaliknya, mudah kepanasan. Dibandingkan dengan orang dewasa muda, daya tahan bayi terhadap udara dingin lebih tinggi sekitar 50 C. Jadi, jika orang dewasa sudah menggigil pada suhu 20 derajat C, bayi tidak merasakan hal yang sama. Buat bayi suhu 20 derajat C setara dengan 25 derajat C. Sebaliknya, suhu 25 derajat C yang cukup dingin buat orang dewasa bisa bikin bayi kegerahan. Sebab, 25 derajat C-nya orang dewasa sama dengan 30 derajatnya bayi.

Itu sebabnya, meski berada di ruang ber-AC, bayi belum tentu kedinginan.
Juga tak perlu dipanasi dengan minyak telon atau minyak kayu putih. Terutama di Indonesia yang beriklim tropis dan lembab. Susu pun tidak perlu selalu dicampur air hangat. Bayi berumur beberapa bulan bahkan lebih suka susunya didinginkan di lemari es. Kalau boleh memilih, bayi pasti lebih suka mandi dengan air dingin, apalagi kalau udara sedang panas. Kesimpulannya, jangan membandingkan kondisi bayi dengan kita, orang dewasa!
(intisari)

Sumber : dr. H. M. Hadat, Sp.A

Entry filed under: Parenting. Tags: .

Si “keringat buntet” anakku Antara Manja dan Menyayangi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

May 2010
M T W T F S S
« Apr   Aug »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

%d bloggers like this: