menangani kemarahan anak usia 3 tahun

February 5, 2011 at 3:04 pm Leave a comment

Dialog ibu dan anak :
Ibu : adik, ayo bajunya dipakai sendiri, adik kan sudah besar belajar pakai baju sendiri ya….
Anak : adik ga bisa, ibu aja yang pakein
Ibu : adik aja, ayo dicoba dulu ya…
Anak : ga mau…

Setelah beberapa saat terjadi eyel-eyelan antara ibu dan anak, sang ibu tetap ingin anak memakai baju sendiri, tapi sang anak tidak menurutinya oleh beberapa alasan

Akhirnya si anak menangis, ngamuk, marah, berteriak. Nangisnya ga berhenti-berhenti sampai si ibu merasa frustasi. Akhirnya diturutilah kemauan si anak, ibu mengalah dan menyerah dengan perilaku anaknya.
Kita tentunya sering menjumpai keadaan seperti ini. Menghadapi anak yang sedang nangis, marah dan ngamuk dibutuhkan ilmu, kesabaran, dan prinsip yang kuat. Ada ibu yang selalu menuruti kemauan anaknya hanya karena tidak mau mendengar tangisan anaknya atau merasa menyayanginya (terlalu berlebihan) atau tidak mau anaknya menangis dll. Ada juga ibu membiarkan anaknya berhenti menangis dengan sendirinya (walaupun cukup memakan waktu yg lama). Ada juga yg awalnya membiarkan si anak berhenti menangis tetapi akhirnya menyerah juga. Semua ini pasti ada konsekuensinya.

Untuk anak 3 tahun, tantrum memang seringkali terjadi dan di usia ini anak sudah dapat di ajak berkomunikasi, tanyakan padanya apa yg membuatnya marah, apa karena anak lapar, haus, kesakitan dll. Tetapi apabila karena alasan yg tidak jelas (karena sedang tantrum) maka ibu harus lebih cermat menghadapinya.

Langkah yg dapat digunakan ibu untuk menghadapi kemarahan anak adalah:
1. Usahakan tetap tenang, jangan terpancing atau ikut-ikutan marah apabila ibu bersikap tenang, anak tidak semakin menjadi.
2. Lakukan pekerjaan lain dan hindari interaksi dengan anak untuk sesaat, sampai tangisannya berhenti. misalnya: mencuci piring, menyiapkan makan dll
3. Usahakan jangan mengeluarkan kata-kata dengan nada tinggi seolah-olah menyaingi suara tangisan anak
4. Tetap sabar menunggu anak menghentikan tangisannya. Ini akan membutuhkan waktu yg lama kira-kira 15 menit
5. Setelah anak menunjukkan tanda-tanda menghentikan tangisannya, atau suara tangisannya tidak heboh lagi dekati anak, berlututlah atau buat posisi kepala anda sejajar dengan kepala anak, pegang lengannya, tatap mata anak dan tanyakan perasaannya, apakah anak merasa sedih, jengkel, kesal atau marah
6. Setelah anak mengungkapkan perasaannya, dekap tubuh anak kemudian bicarakan bahwa perbuatannya mengamuk, marah dan menangis adalah perbuatan yang tidak baik
7. Jelaskan perintah anda, misal: memakai baju sendiri, menghabiskan makanannya. Kemudian minta anak untuk mentaati perintah anda.
8. Apabila anak telah menyelesaikan perintah anda, beri pujian dan pelukan atau ciuman, tunjukkan kalau anda menyayanginya

Ini adalah pengalaman pribadi saya, jadi kalau ada yg kurang tepat tolong dikoreksi ya ^-^

Kalau anakku? wah, lumayan hobby nangis juga, sebenarnya siy cenderung manja dan maunya harus dituruti. Cara ini sering aku pakai, kadang berhasil kadang tidak, tapi tetep usaha sampai mahir hehe dan targetnya adalah anakku bisa mengendalikan emosinya atau paling tidak ngamuknya ga lama….

About these ads

Entry filed under: Parenting. Tags: .

belajar menulis di blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

February 2011
M T W T F S S
« Jan    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28  

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: